Karya Jurnalistik

Media Informasi & Edukasi
close
close

Selasa, 22 Maret 2016

Aku Ingin Menulis Sebuah Buku

Atas Nama Tuhan, aku inginkan sebuah buku yang akan menjadi panduan buat dunia untuk menjadi pejuang yang paling konsisten dibumi ini, aku sadari bahwa menjadi manusia yang akan mengguncangkan bumi sangat diperlukan banyak alat dan cara. Walaupun secara landasan ideologinya tetap cuma satu saja untuk menjadi manusia yang paripurna itu yaitu Ajaran Illahi.

Satu diantara buku  
Hidup adalah sebuah perjuangan. Semua orang tahu itu, tapi tak banyak yang tahu, bahwa hidup adalah sebuah proses dimana Tuhan menginginkan bahwa manusia menjadikan ‘Isme’-Nya menjadi sebuah panduan untuk mencari apapun yang ada di bumi yang memang sudah dijadikan Tuhan ini. Banyak yang tak memahami mengapa Tuhan ‘repot-repot’ menjadikan semua ini, mengapa Tuhan mesti melihat ciptaannya sendiri harus berada dibawah bayang-bayang ketakutan, kelaparan, kesedihan, keretakan, peperangan, dan banyak lagi kondisi yang menurut kita sesuatu yang ‘aneh’ dengan perbuatan Tuhan ini.
Dalam banyak rasa, manusia hanya memahami ada agama yang mengatur untuk jadi seperti yang diinginkan Tuhan, hingga agama dijadikan alat untuk manusia mencari pembenaran apapun yang diperbuat, agama kami yang benar menurut Tuhan, agama kamu salah. Pemahaman kami yang benar menurut Tuhan, pemahaman kamu salah. Cara beribadah kami yang benar menurut Tuhan, cara kamu salah. Terus menerus begitu, hingga terasa atau tidak, agama dijadikan sebuah alasan manusia saling serang, saling bunuh, dan menjadikan  seolah benar bahwa  atas nama agama manusia boleh melakukan kerusakan dibumi yang Tuhan ciptakan ini.
Dengan inilah sepertinya layak untuk kita mengetahui bagaimana menjadi pejuang yang elok rupawan, indah cara pandang, baik cara tindakan, benar dalam berfikir dan berbuat. Dan yang terpenting manusia seluruhnya sepakat dengan apa yang dilakukan dan dipikirkannya. Kesedihan adalah keberkahan, yang bisa dijadikan sebagai landasan berfikir bagaimana menghilangkan kesedihan itu sendiri. Kekurangan adalah bahasa manusia yang tak pernah berakhir dengan segala alasan, agar tak banyak manusia yang merasa atau benar-benar dalam kekurangan. Pun kegembiraan adalah alat agar seorang pejuang mampu memberikan kegembiraan yang sepadan dengan apa yang dipikirkan dan diinginkan banyak orang.
Alhamdulillahirobbil alamin. SN-DDG


0 komentar:

Posting Komentar