Karya Jurnalistik

Media Informasi & Edukasi
close
close

Selasa, 03 November 2015

Pungki Harmoko, Gambaran Kegelisahan Bangsa

Sesungguhnya bukan hanya pak guru ini yang menginginkan supaya koruptor dihukum mati. Sebagian besar warga negara yang baik, yang menginginkan bangsa ini makmur, sejahtera, aman serta maju pasti setuju hukuman mati adalah solusi terbaik memerangi kejahatan yang luar biasa ini. Dikatakan luarbiasa karena korupsi adalah kejahatan yang merugikan banyak orang dengan dampak yang bukan hanya hari ini, disini. Akan tetapi mempunyai efek panjang dan lebar yang bisa merusak banyak sisi kehidupan berbangsa dan bernegara. 
Pungki Harmoko adalah gambaran kegelisahan. Kegelisahan anak bangsa yang sebenarnya bukan hari ini saja Pungki mengajukan hal serupa, pada  8 September 2012  dia juga pernah melakukan hal serupa namun dicabut (http://news.detik.com/berita/2174444/guru-matematika-tarik-gugatan-uu-korupsi-di-mk). Kegelisahan saat bangsa lain menunjukkan kemajuannya, bangsa ini hanya berkutat kepada bagaimana mencukupi kebutuhan pokok yang tak kunjung juga terpenuhi. 
Pungki Harmoko adalah sosok dengan beribu harapan. Harapan mempunyai tempat hidup yang layak dan sempurna, seperti gambaran di film-film yang ditayangkan dengan kemewahan dan kecukupan dari segala kebutuhan. Harapan melihat pemimpin dan pejabat bangsa dan negaranya mempunyai kepedulian terhadap sebagian warga negaranya yang menderita akibat tidak adanya kesempatan mengenyam pendidikan yang baik, penghidupan yang layak agar kelak anak cucunya tidak melihat hal yang menurutnya tidak sesuai dengan falsafah dan asas yang disepakati akan dipakai dalam hidup berbangsa dan bernegara. 
"Mengingat negara saat ini dalam keadaan bahaya yang sangat mengancam perikehidupan berbangsa dan bernegara," ucap Pungki, kalimat ini seharusnya bisa menjadi sebuah masukan berharga kepada seluruh pemangku negara ini seorang Pungki Harmoko yang menurut orang-orang MK sendiri awam hukum berani bicara seperti ini (http://news.detik.com/berita/3030080/guru-ini-seorang-diri-ke-mk-minta-koruptor-dihukum-mati). Banyak warga negara sepakat dengan dengan kalimat itu.
Adapun kemudian tuntutan atau ajuan uji materi itu menurut ahli-ahli hukum itu tidak jelas atau diluar kewenangan seperti yang tulis di www.mahkamahkonstitusi.go.id “Ideal memang bagus, tapi kalau tidak punya jalur yang pas akan hampa di tengah jalan,” ujar Manahan, adalah tugas para ahli itu untuk memperjuangkan bagaimana keinginan anak bangsa ini menjadi sebuah kenyataan yang tidak hampa ditengah jalan. Karena jelas ini adalah keinginan bagaimana Indonesia ini menjadi sebuah negara yang bersih dari korupsi, sebuah kejahatan yang mempunyai efek luas dan berumur panjang.
 Melihat  respon yang diperlihatkan oleh para ahli itu, kemudian ada sebuah pertanyaan mendasar yang mesti terjawab dan memang mesti dijawab oleh para ahli itu. Apakah dengan kondisi negara yang demikian parah ini akan dengan sengaja dibiarkan saja tanpa adanya usaha untuk memperbaikinya, walaupun ‘cuma’ lewat sebuah Undang-Undang?
Kita lihat saja apa yang akan terjadi dengan tuntutan Sang Pendekar, Pungki Harmoko.

2 komentar:

  1. Artikelnya bagus,
    Selamat pagi, sukses selalu yah,

    oia salam kenal
    Al Quran Readpen PQ15

    BalasHapus
  2. Terima kasih, Selamat pagi juga. Semoga sukses juga buat Bang Ahmad Rosid.

    BalasHapus