Karya Jurnalistik

Media Informasi & Edukasi
close
close

Minggu, 13 September 2015

Warna dan Pembangunan


        Warna adalah satu wajah bumi yang diartikan sebagai sebuah cita dari rasa yang dinikmati oleh penglihatan manusia yang normal. Dengannya manusia bisa membedakan mana buah yang mentah dari yang sudah matang, mana pohon yang mati dari yang masih hidup, mana yang menyiratkan kebahagiaan, kegundahan, keakraban, permusuhan, kemarahan, bahkan dengan warna manusia bisa membedakan makanan yang layak dengan yang tidak.

           Warna dalam setiap bidang usaha akan berbeda pengertian dan pemaknaannya, bagi seorang desainer warna mempunyai nilai psikologis dan promosi yang menunjukkan tujuan produk dihasilkan, warna bagi seorang pelukis punya makna yang mendalam yang akan disampaikan lewat saputan kuas dan arsiran pensil yang menghasilkan sebuah lukisan yang bermakna, warna bagi seorang potografer juga bisa sangat memengaruhi hasil jepretan kameranya.
            Warna dan pembangunan sebenarnya dua hal yang berbeda. Tapi kenyataan yang ada warna bisa sangat mempengaruhi kebijakan pimpinan sebuah negara dalam berbagai bidang pembangunan.
            Warna dan pembangunan adalah dua hal yang apabila dilihat secara bijak tidak harus dilibatkan dalam berbangsa dan bernegara yang sudah mapan seperti Indonesia, tapi fakta yang ada sampai saat ini masih terjadi warna yang berbeda dengan yang dikehendaki pemangku negeri akan diperlakukan berbeda dalam segala hal, bahkan dalam pembangunan sarana yang dibutuhkan banyak orang.
            Dalam banyak fakta, warna bisa memengaruhi sejarah sebuah bangsa. Dalam banyak sejarah, warna memberikan kita pelajaran bahwa ada warna yang menyelamatkan, ada juga yang membuat kita dalam bahaya. Ada warna yang membuat pembangunan melesat disatu titik, tetapi saat warna itu berbeda di titik lain, pembangunan tidak tersentuh dengan baik. Sangat lama dalam hasanah kehidupan bernegara dan berbangsa kita bahwa peran warna sangat memunyai pengaruh terhadap kemajuan disatu daerah dibanding dengan daerah lain. Dulu, mungkin kita bisa terima dengan alasan perbedaan ini, tapi saat ini, saat dimana warna dalam negara kita sudah sangat banyak, akan sangat menyakitkan apabila kejadian masa lalu terjadi dimasa kini.
            Bagaimanapun semestinya pembangunan adalah hak dari seluruh warga negara, apapun warnanya. Merah, biru, kuning, hijau, dan warna yang lain adalah merupakan sarana bernegara pada bangsa yang mengaku menganut faham demokrasi dengan caranya. Jika masih ada pemimpin sebuah daerah di Negara Republik Indonesia  yang membedakan pembangunan berdasarkan warna, maka bisa dikatakan pemimpin itu tidak menginginkan kemajuan bagi bangsa dan negaranya dan bisa dipastikan akan berlangsung bukan hanya infrastruktur tapi seluruh segi kehidupan yang akan dikorbankan hanya karena berbeda warna.
            Sundream-news.com memantau fenomena ini masih terjadi di sebagian wilayah kabupaten Indramayu. SN-DDG
           

0 komentar:

Posting Komentar