Karya Jurnalistik

Media Informasi & Edukasi
close
close

Senin, 06 Juli 2015

Iqro (al-Quran) Kunci Gudang Tuntunan Manusia

Al-Quran merupakan wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Ayat al-Quran yang pertama kali turun bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Al-Quran merupakan pedoman umat manusia untuk menata kehidupan di dunia ini. Artinya al-Quran bukan hanya pedoman untuk satu golongan saja, bukan hanya untuk suatu negeri tertentu saja, tapi untuk semua manusia. Al-Quran diturunkan sebagai rahmat bagi semua (rahmatan lil alamin). Al-Quran merupakan petunjuk bagi manusia dalam mengarungi kehidupan di dunia.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِئ أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْأَن هُدًئ لِلنَّاسِ وَبَيِّنَتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَان, فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَهرَ فَلْيَصُمْهُ, وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلَى  سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ اَيَّامِ آُخَر, يُرِيْدُ الله بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ العُسْرَ وَلِتُكْمِلُوْأ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُا اللهَ عَلَى مَاهَدَ اكُمْ وَلَعَلَكُمْ تَشْكُرُونَ(185)
Artinya: Bulan ramadhan, bulan yang di dalammnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petujuk bagi manusia, dan penjelas-penjelas mengenai petunjuk itu (antara haq dan bathil). Karena itu, barang siapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukara bagimu, dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur(QS. Al-Baqoroh: 185).
Bulan Ramadhan, dimana turunnya al-Quran dikatakan sebagai bulan yang sangat istimewa. Oleh karena itu bulan Ramadhan selain sebagai Bulan Ibadah disebut juga sebagai bulan al-Quran (Syahru al-Quran). Bahkan dikatakan bahwa pada bulan Ramadhan ada suatu malam yang istimewa yang diistilahkan dengan “Lailatul Qadr” malam yang lebih baik dari seribu bulan, malam seribu bulan. Boleh jadi itu merupakan malam dimana turunnya ayat al-Quran.
Lukisan atau gambaran ini menunjukan kepada kita betapa pentingnya al-Quran. Ini terbukti setelah sekian puluh ilmuwan meneliti dan mengkaji kandungan al-Quran yang ternyata memuat segala aspek kehidupan. Bahkan para ilmuwan yang telah mengkaji mengatakan al-Quran merupakan sumber keilmuwan yang sangat lengkap didalamnya.
Surat pertama yang turun 15 abad yang  lampau yaitu surat al-Alaq ayat 1-5.
اِقْرَا بٍاسْمِ رَبِّكَ الَّذِى خَلَقَ{1} خَلَقَ الْإِنْسـَانَ مِنْ عَلَقِ{2} اِقْرَأ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ{3} الَّذِى عَلَّمَ بِالْقَلَمِ{4} عَلَمَ الْإِنْسَانَ مَالَمْ يَعْلَمْ{5}
Artinya: Bacalah! Dengan nama tuhanmu yang menciptkan. Menciptakan manusia dari segumpal tanah. Bacalah! Dan tuhan engkau itu Maha Mulia. Dia yang mengajarkan dengan qalam. Mengajarkan manusia apa-apa yang tidak diketahui.
Bunyi ayat pertama pada surat al-Alaq adalah “Iqro”. Bacalah! Dalam bahasa arab kata iqro merupakan kalimat perintah (fiil amar). Manusia diperntah Allah untuk membaca. Sebuah tuntunan yang sangat agung jika kita telaah lebih mendalam. Kita disuruh membaca agar faham, agar mengerti, agar tahu, agar maju, dan lain sebaginya.
Sebuah kata-kata mutiara, biasanya ditujukan kepada anak didik di sekolah “Buku adalah gudangnya ilmu, membaca adalah kuncinya”. Allah melalui tuntunannya yaitu al-Quran telah memberikan “Kunci” tersebut jauh sebelum kata-kata mutiara tersebut muncul yaitu perintah untuk “membaca”. Tentunya membaca dalam artian yang sangat luas, membaca segala aspek kehidupan baik yang tersurat maupun yang tersirat, yang tertulis dalam berbagai literatur maupun kajian tafakur dan tadabur yang ada di alam semesta. Selain itu al-Quran yang memuat perintah tersebut juga merupakan Gudang Ilmu, bahkan merupakan sumber dari segala keilmuan. Oleh karena itu membaca al-Quran sebuah keharusan agar kita tahu keilmuan didalamnya.
Maka wajar bila dikatakan membaca al-Quran, hanya dengan membaca saja, kita bisa mendapat pahala. Kalau kita renungkan, kita telaah, pahala dalam rasio logika sama dengan nilai positif, nilai kebaikan, nilai tambah. Dengan mebaca kita bisa mempunyai ilmu pengetahuan, wawasan yang luas, dan dengan itu semua kita mempunyai nilai plus. Bahkan menurut Dr. AS. Panji Gumilang, Syaykh Al-Zaytun, ketika memprogramkan 1.000 kali khatam Quran pada bulan Ramadhan bagi sivitas Al-Zaytun mengatakan: “Tatkala membaca Al-Quran, ada khayal kita yang menyentuh hal-hal yang tidak pernah kita sentuh ketika berfikir” (Majalah Al-Zaytun edisi 64). Ini menandakan ada sisi keistimewaan pada al-Quran.
Dari uraian ini dapat kita simpulkan betapa luarbiasanya isi kandungan al-Quran. Untuk itu mari kita baca dan kaji, dan amalkan dalam aplikasi kehidupan kita kandungan al-Quran. Terus asah dan tempa diri kita dengan ilmu yang bermanfaat.
Penulis: Rasna S Putra


1 komentar:

  1. Terimah kasih telah berbagi ilmu, semoga manfaat,

    oia salam kenal
    dari
    Pedagang Al Quran Readpen PQ15

    BalasHapus