Karya Jurnalistik

Media Informasi & Edukasi
close
close

Selasa, 07 Juli 2015

HARGA DIRI DAN KEPEMIMPINAN


Dalam kamus besar bahasa Indonesia harga diri dapat diartikan kesadaran akan berapa besar nilai yang diberikan kepada diri sendiri. Kalau kita berpatokan kepada pengertiannya, maka harga diri itu satu posisi manusia yang dengan sadar menilai dirinya dalam berbagai permasalahan. Dalam banyak tataran pergaulan, dua kata ini bukan hanya sebagai sebuah kata, tapi bisa saja ia merupakan satu benda yang harus dipunyai oleh setiap orang yang akan dipertahankan dengan berbagai cara, bahkan nyawa taruhannya.
Akan tetapi, dalam banyak masyarakat, harga diri bisa saja hanya sebuah kalimat yang tak punya nilai apapun, apalagi dalam pertukarannya bisa saja menggunakan harta, nyawa, ataupun dalam sedikit kasus melibatkan  benda dan/atau seseorang yang disayang. Begitulah harga diri, harga yang disematkan untuk diri yang kadang orang lain yang menjadi tolak ukur harganya. Banyak juga broker yang berkeliaran untuk mendapatkan itu. Karena tak sedikit yang jual dan banyak juga yang mau membeli.
Adapun arti kepemimpinan masih dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah  perihal pemimpin; cara memimpin. Dengan kata lain, kepemimpinan adalah tentang cara bagaimana seseorang dalam memimpin. Setiap manusia adalah pemimpin, memimpin dirinya, keluarganya, lingkungan sekitarnya, bahkan memimpin lingkup yang besar yaitu Negara.
Kepemimpinan ini menjadi sebuah fenomena musiman dalam lingkup Negara. Saat cara memimpin seseorang baik, maka selama musim dia memimpin akan direspon dengan baik. Namun jika kepemimpinan seseorang dalam musim itu dianggap tidak mewakili kemauan yang dipimpinnya maka akan terlihat berbagai reaksi yang timbul dari cara yang dipakainya itu.
Dua ‘benda’ (harga diri dan kepemimpinan) ini berbeda, tapi saat disatukan dalam sebuah kalimat maka akan banyak asumsi yang timbul. Kepemimpinan sangat gampang ternilai hanya dengan sebuah atau beberapa pertanyaan saja, misalnya, jalan yang dari arah Haurgelis menuju Gantar tidak pernah benar-benar bagus, bagaimana harga diri pemimpin disini ya? Atau Indonesia adalah negeri terkaya yang pernah ada di bumi ini, kenapa masyarakatnya masih banyak yang miskin, infrastrukturnya banyak yang tak terurus, bahkan negaranya miskin. Apakah harga diri pemimpinnya bisa dikatakan baik?
Contoh-contoh pertanyaan itulah yang akan membuka keterkaitan dua benda yang berbeda itu. Lantas bagaimanakah kepemimpinan yang dipraktekkan pemimpin Republik Indonesia? Silahkan menilai. SN-DDG

0 komentar:

Posting Komentar