Karya Jurnalistik

Media Informasi & Edukasi
close
close

Senin, 01 Juni 2015

Keunggulan Sistem Pendidikan Satu Pipa

Indramayu, sundreamnews.com. Kemajuan dan kekokohan suatu negara ditentukan oleh sumber daya manusianya (SDM). Sedangkan kwalitas SDM ditentukan oleh kwalitas pendidikan yang mereka serap. Keberhasilan sebuah negara mencapai cita-citanya amat sangat tergantung pada kwalitas pelaksanaan dan penyelenggaraan pendidikan di dalamnya.
Al Zaytun akan selalu menampilkan spesifikasi atau ciri khas bagi upaya persiapan sumber daya manusia yang berkwalitas dalam penguasaan Al-Quran secara mendalam, berakhlakul karimah, terampil berkomunikasi menggunakan bahasa antar bangsa yang dominan, berpendekatan ilmu pengetahuan, berketrampilan teknologi dan fisik, berjiwa mandiri, penuh perhatian terhadap aspek dinamika kelompok dan bangsa, berdisiplin tinggi serta berkesenian yang memadai. Hal ini dari aksentuasi kurikulum yang memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, iman dan taqwa kepada Allah.
Bentuk pendidikan yang sesuai dengan hal tersebut diatas Al Zaytun menerapkan sistem pendidikan satu pipa (one pipe education system). Mulai dari tingkat dasar sampai dengan perguruan tinggi berkesinambungan dalam bentuk pendidikan berasrama selama proses pembelajaran berlangsung. Seluruh kegiatan peserta didik dari bangun sampai tidur setiap hari dimonitor guru pembimbing baik di kelas maupun di asrama.
Satu diantara keunggulan sistem pendidikan satu pipa adalah bisa menentukan kapan dimulainya pembelajaran. Ini dibuktikan dengan berbagai kegiatan yang telah dilakukan santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Zaytun kelas sembilan. Setelah melaksanakan Ujian Nasional (UN), dilanjutkan dengan kegiatan Irsyad, dan Rikhlah Ilmiah. Dan pada 17 sampai 25 Mei 2015 para santri MTs. kelas sembilan melaksanakan “Orientasi Pelajar Madrasah Aliyah Al Zaytun Tahun Ajaran 2015/2016 sebagai start ke jenjang pendidikan berikutnya. “Mejadi Insan Kamil Melalui Optimalisasi Dzkir dan Fikir,” itulah tema orientasi yang dilaksanakan di lantai dua, Masjid Al Hayat, Kampus Al Zaytun, Gantar, Indramayu.
Acara orientasi berisi kegiatan pemberian pembekalan, motivasi meningkatkan semangat, peningkatan disiplin, pemahaman leadership dan lain sebagainya yang dibimbing langsung oleh ustadz dan ustadzah tingkat Madrasah Aliyah Al Zaytun, dan juga oleh kakak kelas. “Mempersiapkan peserta didik beraqidah kokoh kuat terhadap Allah dan syariat-Nya menyatu dalam tauhid berakhlakul karimah, berilmu pengetahuan, berketrampilan tinggi yang tersimpul dalam basthotan fil ilmi wal jismi sehingga sanggup siap dan mampu hidup secara dinamis dilingkungan negara bangsanya dan masyarakat antar bangsa dengan penuh kesejahteraan dan kebahagiaan duniawi maupun ukhrawi”. Demikian  pesan yang disampaikan Ustadz Muhammad Yunus dalam kesempatan tersebut selaku ketua Pelaksana  yang dikutip dari Visi dan Misi Al Zaytun.
Pesantren merupakan lembaga dengan kehidupan masyarakat yang dapat mewujudkan kebersamaan, keterbukaan, kebebasan, tolong-menolong, saling hormat menghormati, yang selalu haus akan ilmu pengetahuan dan berjiwa mandiri. Sebab kehidupan pesantren selalu mencontoh dan dicontohkan oleh kehidupan para pembimbing yang tak henti-hentinya, sehingga akan menimbulkan suatu kebiasaan positif yang tak henti-hentinya dilaksanakan di dalam pesantren. Dengan kesederhanaan dan kemandirian sudah tentu akan tercapai suatu spirit yang kokoh. Itulah jiwa pesantren! Sedangkan untuk mencapai kurikulum yang komprehensip dan up to date di pendidikan pesantren ini harus berani menempuh sikap modern, yakni sikap yang sanggup mengantisipasi perkembangan zaman yang selalu mencabar yang pasti dihadapi oleh setiap generasi. “Oleh sebab itu motto pendidikan Al Zaytun adalah Pesantren Spirit But Modern Sistem dengan semboyan: Indonesia rumahku, Asia halamanku, Eropa Amerika Afrika Australia tempat rekreasiku,” lanjut Ustadz Yunus.
Acara tersebut diikuti 280 peserta yang di bagi menjadi 10 kelompok (28 peserta), tiap kelompok harus bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai tugas yang diberikan dan harus mampu bersaing dengan kelompok lain dalam bermain game.  Walaupun kegiatannya sangat padat namun seluruh peserta mengikutinya dengan penuh semangat dan disiplin yang tinggi.”Dengan mengikuti kegiatan ini kami bisa bekerja sama dan kompak dalam kerja kelompok, seru, dan mengasyikkan,” kata Muthia Nur Syifa, santri peserta orientasi. SN-KDY


1 komentar:

  1. Sistim pendidikan terbaik, akan menghasilkan output yang terbaik juga.

    BalasHapus