Karya Jurnalistik

Media Informasi & Edukasi
close
close

Minggu, 21 Juni 2015

Cikopali atau Cipali Tetapi Bukan Cikapali


“Kemacetan parah kembali terjadi di jalur pantura. Ini terjadi  karena tingginya volume kendaraan yang melintasi jalur pantura saat ini. Kemacetan paling parah terjadi di Simpang Jomin hingga mengular puluhan kilometer. Menurut salah satu pengendara mobil, ia sudah terjebak kemacetan selama beberapa jam.”
Anda sudah sering mendengar kalimat diatas yang di wartakan para reporter televisi maupun radio yang memantau jalur pantura. Atau jika anda membuka situs-situs berita di internet atau membaca koran juga akan membaca kalimat tersebut. Ini biasanya terjadi ketika hari-hari libur panjang. Dan akan lebih sering terdengar atau membacanya ketika hari raya, terutama Idul Fitri.
Kini setelah adanya jalan tol baru yang menghubungkan Cikopo di Purwakarta dengan Palimanan di Cirebon mungkin itu takan terjadi lagi. Tol yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 13 Juni 2015 dan mulai digunakan pada 14 Juni, jam 00.00 itu konon dapat menjadi solusi kemacetan yang sering terjadi di jalur pantura.  Tol dengan panjang 116,7 KM ini memangkas jarak tempuh Jakarta – Palimanan sekitar 50 KM dan menghemat waktu sekitar 2 jam. Wuush, mantap.
Tahukah anda apa nama tol tersebut? Sebelum diresmikan tol tersebut dinamakan Tol Cikampek – Palimanan yang kemudian disingkat jadi Tol Cikapali. Namun nama tersebut diprotes oleh Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, karena ujung pitu masuk tol bukan berada di wilayang Cikampek, Karawang, tapi berada di Desa Cikopo, Kab. Purwakarta yang merupakan teritorial yang ia pimpin. Dedi menginginkan tol tersebut bernama Tol Cikopo – Palimanan. Bahkan Dedy mengancam akan “memeja hijaukan” jika namanya tetap Cikampek – Palimanan. Tentu Dedi punya alasan yang mendasar kenapa harus nama tersebut, setidaknya sebagai promosi wilayahnya begitu kira-kira. Dan nama “Tol Cikopo – Palimanan” itu yang kemudian ditabalkan pada tol tersebut yang merupakan tol terpanjang di Indonesia saat ini.
Ketika namanya “Cikampek – Palimanan” disingkat menjadi “Cikapali,” lalu setelah menjadi “Cikopo – Palimanan” apa dong? Saat ini ketika kita berselancar membuka situs-situs berita di internet, membaca surat kabar, mendengarkan radio ataupun melihat berita televisi yang mewartakan tentang tol Cikopo – Palimanan, kita akan membaca, mendengar, dan melihat dua persi penamaan. Ada yang menamakan Cikopali, ada juga yang menamakan Cipali. Bahkan masih ada yang belum berubah, -- tidak takut dituntut Bupati Purwakarta kali –  masih saja menyebutkan Cikapali.

Nama singkat dari Tol Cikopo – Palimanan sepertinya tidak menjadi persoalan yang mendasar untuk dibahas Sang Bupati Purwakarta. Cikopali ataupun Cipali sudah mewakili aspirasinya untuk menjadikan tol tersebut sebagai salahsatu ikon daerahnya. Tentunya asal jangan Cikapali, bisa-bisa ia tuntut nanti ke meja hijau, begitu mungkin. Menurut anda, apa yang cocok untuk singkatan “Cikopo – Palimanan”. “Cikopali atau Cipali?”SN
Penulis: Rasna S Putra

0 komentar:

Posting Komentar