Karya Jurnalistik

Media Informasi & Edukasi
close
close

Rabu, 27 Mei 2015

Sebulan, Dua Novel Diluncurkan di Kampus UNP

Padang, Sumatera Barat – Sebulan, dua novel diluncurkan di kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat. Itu menandakan, kampus terbesar di jantung kota Padang itu memiliki potensi penulis muda kreatif dan produktif di bidang kepenulisan.
 Pekan lalu, di aula Fakultas Teknik, novel “Kamu Itu Subhanallah” karya Nova Eka Putri (Mahasiswi Jurusan Biologi F-MIPA) diluncurkan dan didiskusikan. Pembicaranya, Muhammad Subhan (Penulis & Pegiat Forum Aktif Menulis Indonesia) dan Boy Chandra (Novelis). Acara itu dihadiri 200-an peserta.
 Sementara Ahad (24/05/2015), di Teater Tertutup FBS, novel “Di Bawah Langit Dua Benua” karya Rofiq L Hayat (Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni) juga diluncurkan. Usai peluncuran, buku itu dibedah dan didiskusikan oleh Muhammad Subhan (Penulis & Pegiat Forum Aktif Menulis Indonesia) dan Alizar Tanjung (Penulis & Pegiat Rumahkayu). Sebanyak 250-an peserta menghadiri acara itu.
 Pembantu Dekan III FBS UNP, Esi Maestro, M.Sn., yang secara resmi meluncurkan novel “Di Bawah Langit Dua Benua” memberikan apresiasi atas terbitnya buku karya mahasiswa FBS. “Sudah sepatutnya, dari FBS, lahir penulis-penulis fiksi yang mengharumkan nama UNP dan dapat memotivasi mahasiswa lainnya ikut berkarya,” kata Esi Maestro.
 Pembahas novel itu, Muhammad Subhan, mengatakan, novel “Di Bawah Lagit Dua Dunia” memiliki kekayaan diksi dan kekuatan deskripsi. Penulisnya cukup detail menulis objek-objek sejarah  di negara-negara yang dikunjungi para tokoh cerita. Itu menandakan penulis telah melakukan riset sebelum novel itu ditulis.
 “Meski kekurangan tetap ada, terutama soal editing dan logika cerita di beberapa bab, namun novel ini mengundang penasaran pembaca dan endingnya mengejutkan,” kata Muhammad Subhan.
 Sedangkan menurut Alizar Tanjung, novel “Di Bawah Langit Dua Benua” berpeluang digarap lebih mendalam lagi. “Ide ceritanya bagus, tapi ada beberapa bagian cerita yang perlu dibaca ulang dan dieksploitisir sehingga akan lebih menarik,” kata penyair asal Solok yang menulis novel “Anak-Anak Karangsadah” dan dalam proses terbit.
 Novel Petualangan
 Novel “Di Bawah Langit Dua Benua” merupakan karya fiksi fantasi bertema cinta dan petualangan. Hendra (tokoh utama) kuliah di London dan melakukan perjalanan keliling Eropa bersama temannya asal Jepang, Yuki. Di Paris, Hendra bertemu Emma, adik temannya semasa kuliah, yang menyukai Hendra, lalu menulis nama mereka berdua di Jembatan Cinta, namun Hendra hanya menanggap Emma sebatas teman.
 Di perjalanan lain, Hendra bertemu Aisyah asal Indonesia, seorang muslimah yang menyukai fotografi. Diam-diam Hendra menyukai Aisyah, sebaliknya, Aisyah juga menyukai Hendra, namun tidak ada dialog cinta di antara keduanya. Hendra menelepon ibunya di Payakumbuh menyampaikan bahwa dia jatuh cinta dengan Aisyah, tapi ibunya tidak setuju. Ibu Hendra menginginkan putranya itu pulang dan menikahi Nur, gadis pilihan ibunya di Payakumbuh.
Di Albania, bus yang dikendarai Hendra dan Yuki dibajak mafia internasional. Seluruh penumpang disekap dan perempuan-perempuannya akan dijadikan pelacur. Mafia Albania terlibat aksi perdagangan manusia.
 Dibantu Paman Ali, seorang Afrika yang tinggal di Istambul, Hendra dan Yuki tiba-tiba menjadi ‘super hero’ sebab mampu menggagalkan aksi para mafia yang akan memperdagangkan mereka. Yuki yang ahli sistem komputer berhasil mengendalikan kapal, begitupun Hendra tiba-tiba mampu beladiri bersama penumpang laki-laki lalu membunuh dan menangkap puluhan mafia Albania yang dikenal kejam dan sadis.
Mafia yang berhasil dikalahkan itu akhirnya diproses hukum di Albania. Sementara Hendra dan Yuki melanjutkan perjalanan ke Istambul. Karena kehilangan uang dan surat-surat berharga, Paman Ali membantu keuangan Hendra dan Yuki. Lalu Yuki mengajak Hendra ke Jepang. SN (dari Siaran Pers)

0 komentar:

Posting Komentar