Karya Jurnalistik

Media Informasi & Edukasi
close
close

Kamis, 30 April 2015

RIHLAH ILMIAH MENAPAK SEJARAH PERJUANGAN

Rabu tanggal 22 April 2015 dini hari pukul 01.00 WIB, lima unit Bus yang membawa rombongan santri Al Zaytun kelas XII sebanyak 253 orang dan didampingi oleh 40 orang pembimbing meluncur dari pintu gerbang Al Zaytun menuju ke Bogor. Kegiatan ini dinamakan rihlah ilmiah atau yang biasa disebut study tour, adalah rangkaian kegiatan wajib yang harus diikuti oleh santri Al Zaytun kelas XII sebagai persyaratan kelulusan. Tempat yang dituju adalah museum Peta, museum Istana  Kepresidenan, dan museum Geologi di kebun raya Bogor. Ketua panitia Drs Sya’roni M.Pd mengatakan, “rihlah ilmiah ini adalah sebagai wadah untuk menciptakan rasa kebersamaan terhadap sesama pelajar dan juga sebagai syarat kelulusan Madrasah Aliyah Al Zaytun” ujarnya.
Lebih lanjut Sya’roni menegaskan  “pemilihan tempat tujuan rihlah kali ini ke Museum PETA, Museum istana kepresidenan dan museum Geologi supaya para santri memiliki pengetahuan tentang sejarah perjuangan para pahlawan Pembela Tanah Air (PETA), kemudian mengenal pemimpin Negara Indonesia terdahulu dan juga mengenal berbagai macam satwa dalam bentuk asli” tandasnya.
Para peserta Rihlah terlihat begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut. Salah satunya adalah Muhammad Nabil Asrar. ”Saya lebih senang mengikuti Rihlah Ilmiah seperti  ini dari pada tour ke tempat wisata yang hanya melihat pemandangan. Banyak pengetahuan tentang sejarah yang saya dapatkan di Museum, dari tokoh pahlawan hingga barang-barang asli peninggalan mereka seperti seragam, pedang dan tanda penghargaan” tegas Nabil. Pernyataan senada juga dilontarkan oleh Rayhan Jannataini Ainani Uno santri MA Al Zaytun kelas XII asal Jakarta sebagai peserta Rihlah.
Semoga kegiatan seperti ini dapat menjadikan contoh bagi para pelajar dan generasi muda bangsa Indonesia. Para pelajar sepatutnya lebih mengenal sejarah bangsanya supaya dapat memupuk rasa nasionalisme yang tinggi. Seperti yang dikatakan oleh bung Karno yang tertera pada prasasti di museum istana Kepresidenan “jangan sekali-sekali melupakan sejarah.” SN-TIS

0 komentar:

Posting Komentar