Karya Jurnalistik

Media Informasi & Edukasi
close
close

Selasa, 21 April 2015

Pelajaran Jurnalistik dari Azwar Sutan Malaka

“Wartawan itu fisiknya seperti olahragawan, otaknya seperti ilmuwan, bahasanya seperti sastrawan,” kata Azwar Sutan Malaka, SS, M.Si. Idiom ini ia kemukakan ketika menyampaikan materi perkuliahan Ilmu Jurnalistik, Sabtu, 12/4/2015 di IAI Al Zaytun Indonesia (IAI Alazis), Indramayu. Ilmu Jurnalistik termasuk mata kuliah pada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah. Mahasiswa KPI yang notabene mempelajari ilmu jurnalistik harus memahami seluk- beluk kewartawanan.
Azwar  kemudian merinci makna dari “wartawan fisiknya seperti olahragawan.” Menurutnya seorang wartawan harus memiliki fisik yang prima. Apalagi kalau dia meliput di wilayah konflik ataupun wilayah bencana alam. Dari sudut yang orang lain enggan datang itu, mereka bisa menyajikan informasi sehingga orang lain tahu bagaimana situasi dan kondisi di wilayah tersebut. “Kalau fisik wartawan tidak kuat manamungkin informasi dapat tersaji,” kata Azwar menerangkan.
Lebih lanjut Azawar juga menerangkan tentang “otak wartawan seperti ilmuwan.”   Seorang wartawan harus berpengetahuan luas agar informasi yang tersaji mempunyai dasar yang benar dan dapat dipertanggung jawankan. “Walau bukan ahli, seorang wartawan harus berpengetahuan luas, harus  banyak tahu tentang banyak hal,” kata Azawar. Pengetahuan itu bisa didapat dengan mempelajari dan membaca berbagai literatur. “Sebelum meliput terlebih dulu membaca berbagi referensi tentang objek yang akan diliputnya,” kata Azwar menambahkan.
Di akhir perkuliahan ia juga memperjelas makna “bahasa wartawan seperti sastrawan.” Seorang wartawan harus mampu menuangkan isi kepalanya dalam bentuk kata-kata atau tulisan agar dapat dinikmati dan enak didengar atau dibaca. Susunan kata dan tulisan yang indah, renyah, padat dan jelas menjadi sarat keahlian seorang wartawan agar pesan yang hendak disampaikan dapat diterima dengan baik.  Salah dalam penempatan kata maka akan salah pula dalam makna.
Azwar yang berpengalaman menjadi jurnalis tentu banyak tahu tentang dunia kewartawanan. Ia pun seorang penulis muda dengan banyak karya yang dihasilkan dari goresan penanya dan telah terbit di berbagai media. Ia juga telah memenangi Lomba Menulis Skenario Film Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2014 dengan judul “Anak Cindaku Ditikam Rindu”. Ia pun telah menulis skenario film “Danum Baputi: Penjaga Mata Air” yang disutradarai Gunawan Panggaru, dibintangi Jovita Dwijayanti (runner up Miss Indonesia 2013) dan telah diputar di bioskop-bioskop mulai 26 Maraet 2014. Azwar saat ini menjadi dosen beberapa perguruan tinggi, salah satunya di IAI Alazis mengajar Ilmu Jurnalistik dan Ilmu Kehumasan bersama Rully Nasrullah (Kang Arul) yang juga seorang penulis.SN-RSN

1 komentar:


  1. Hello! I've been reading your website for some time now and finally got the courage to go ahead and give you a shout out from Kingwood Texas! Just wanted to mention keep up the fantastic job! netflix login

    BalasHapus