Karya Jurnalistik

Media Informasi & Edukasi
close
close

Jumat, 24 April 2015

Dibalik Kesuksesan Katering Dini


Usaha yang berhungan dengan perut termasuk usaha yang menjajikan untuk ditekuni. Salah satunya usaha katering seperti yang dijalankan Dahlia Nurdini, seorang ibu dari empat orang anak. Ia dan suaminya telah menekuni usaha ini sejak delapan tahun silam, dan kini telah memiliki empat tempat usaha. Di tempat usahanya, Jl. Dukuh 2 Kel. Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, wartawan sundreamnews pada 20/4/2015 mencoba mengorek dibalik kesuksesannya. “Usaha katering ini butuh kecepatan dan ketepatan waktu, Pak,” kata Dini, sapaan akrabnya.
Menurut dini, usahanya dijalankan secara mobile. Ketika ada orderan yang jauh dari rumahnya atau dari tempat usaha utamanya ia akan mencari kontrakan baru sebagai tempat usaha. Hal itu ia lakukan untuk menghindari kemacetan yang sudah menjadi rutinitas Kota Metropolitan Jakarta. “Kalau tidak begitu resikonya banyak, selain macet, makanan juga tidak lagi segar,” katanya menjelaskan alasannya.
Dini berkisah bahwa usahanya tidaklah langsung sukses seprti sekarang. Ketika memulai ia hanya mempunyai sedikit modal. Namun karena keberanian dan pengetahuan yang dimilikinya, ia melangkah dengan keyakinan yang kuat. Pengerjaan pun pada tahap awal semua serba dikelola sendiri. Namun, kini usahanya itu menampakan hasil. Dari satu tempat usaha menjadi empat tempat usaha, dari karyawan sedikit kini telah puluhan orang. “Alhamdulillah saya bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain, mereka dari beberapa kota di pulau Jawa ini dan orang lingkungan sini,” katanya.
Dini yang juga seorang dosen salahsatu perguruan tinggi swasta masih menyempatkan membantu memasak disela kesibukan memenej usaha, dan  mengajar. Dengan kerja kerasnya, kini ia berniat mengembangkan usahanya.  Jika katering sebelumnya sasarannya untuk karyawan, usaha barunya ini sasarannya pasien rumah sakit yaitu orang-orang yang sedang sakit kencing manis, jantung, kanker, dan lain-lain. “Katering yang akan saya buka, katering diet. Nanti kalau Bapak mau boleh ko pesan,” katanya mengakhiran obrolan.SN-HAZ

2 komentar:

  1. Gak pake beliau juga kali pak... deuh

    BalasHapus
  2. berikan paragrap kalau menampilkan berita, dan berikan judul di kolom yang disediakan untuk judul

    BalasHapus