Karya Jurnalistik

Media Informasi & Edukasi
close
close

Minggu, 19 April 2015

KPI Kunjungi Meubelair Al Zaytun


Minggu 29 Maret 2015, mahasiswa Fakultas Dakwah Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam(KPI) Institut Agama Islam Al Zaytun Indonesia(IAI AL AZIS) melakukan kunjungan pendidikannya ke pabrik pengolahan kayu (meubeulair) milik Yayasan Pesantren Indonesia(YPI) di Al Zaytun, Gantar, Indramayu, Indonesia. Kedatangan Mahasiswa KPI disambut baik oleh Wagino, Wakil Koordinator Lapangan (Wakorlap) Unit Meubelair milik YPI.
Seluruh kebutuhan yang  berbahan dasar kayu di Al Zaytun seperti: meja belajar,sofa, kursi, rak buku, kusen,  pintu dan yang lainnya. Hampir seluruhnya berbahan kayu jati. “Iya, semua sarana pendidikan di sini dari ruang  kampus sampai ruang asrama seperti: meja belajar,sofa, kursi, rak buku, kusen,  pintu, dan yang lainnya, seluruhnya berbahan kayu jati, ” terang Wagino. Selanjutnya ia menyampaikan unit meubel milik mahad ini berdiri tiga tahun sebelum diresmikannya oleh Presiden BJ Habibie, pada tahun 1999. Jadi seluruhnya tidak dibeli dalam bentuk jadi, tetapi kami membuat dan mengerjakannya sendiri ,” tambah Wagino.
Mahasiswa KPI bersama dosen mendapatkan penjelasan dan dipandu wakil korlap tentang pengolahan bahan baku kayu yang sedang dalam proses pemotongan dengan mesin-mesin besar dan modern. “Kami sekarang memiliki 30 orang anggota yang sudah profesional di bidangnya dan rencana ke depan kita akan memproduksi  meubelair untuk umum, maka kami sedang mempersiapkan dengan sebaik-baiknya, tambah Wagino. Hal itu memungkinkan karena  Al Zaytun memiliki banyak bahan kayu Jati yang merupakan hasil panen dari daerah Ciputat, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu milik Yayasan.
Kunjugan ini memberi  dorongan dan pembelajaran bagi mahasiswa KPI. Pelajaran yang berharga adalah seandainya pemerintah mengikuti pola pemenuhan kebutuhan seperti Al Zaytun, maka akan tercipta lingkungan yang dinamis. Karena Al Zaytun menerapkan pembangunan yang dinamis dan bersahabat dengan alam. Selama ini Al Zaytun menerapkan metode, bila ingin memanen pohon maka tanamlah terlebih dahulu. Jika itu dilakukan maka akan mendapatkan dua keuntungan, pertama panen oksigen dan yang kedua panen pohon untuk kebutuhan material berbahan kayu.SN-DHR

0 komentar:

Posting Komentar