Karya Jurnalistik

Media Informasi & Edukasi
close
close

Minggu, 05 April 2015

Insektisida Membuat Jumisa Meninggal Dunia

Warga Haurkolot, Kecamatan Haurgeulis, Indramayu, Sabtu, 14 Maret 2015, di kejutkan dengan meninggalnya seorang pria  bernama Jumisa (52). Betapa tidak, sehari sebelumnya ia melakukan penyemprotan insektisida disawah miliknya sebagi pencegahan hama padi. Semua ia lakukan sendiri tanpa ada yang membantu. Namun yang terjadi justru obat hama itu ia minum sendiri. Inilah yang menyebabkan kematiannya membuat geger warga lain dilingkungan tempat tinggalnya.
Pada saat takziyah, Edi, Kepala Desa Haurkolot menyampaikan kata sambutan selaku wakil keluarga yang di tinggalkan. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada semua yang hadir atas kesalahan-kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja yang telah dilakukan almarhum semasa hidupnya. Ia pun mengajak berdo’a agar Allah memberi ampun atas dosa dan kesalahannya.
Sementara Rasta selaku Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat Desa Haur Kolot memberikan kata sambutan sebagai perenungan. “Dari ini kita bisa ambil hikmah bahwa kepastian menghadapi ajal manusia tidak pernah di beri pengetahuan tentang kapan, di mana, dan sebab apa kematian datang, semuanya misteri hanya Allah yang tahu,” kata Rasta sebelum melaksanakan sholat jenasah.
Menuru Rasta, kejadian ini tentu mengingatkan manusia bahwa bila kita terlena sesaat saja dalam menghadapi kematian akan rugi selama-lamanya. Sebuah pesan nasehat mengatakan, “carilah kebutuhan untuk hidup di dunia seakan-akan engkau akan hidup selama-lamanya, dan persiapkan bekal untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok.” “Allah telah membuktikan dengan kejadian ini agar kita mengambil pelajaran sekaligus mempersiapkan bekal, dan sebaik-baik bekal adalah taqwa,” pungkas Rasta.SN-KDY

0 komentar:

Posting Komentar