Karya Jurnalistik

Media Informasi & Edukasi
close
close

Jumat, 10 April 2015

Baso Wonogiri Menyatukan Hati Mahasiswa KPI


Ketika kita akan menikmati kuliner, tentu dalam benak kita akan bertanya, mau makan apa ya. Karena memang banyak pilihan makanan saat ini yang menawarkan berbagai ciri khas. Ada baso, mie ayam, siomay, bubur kacang, jajanan nasi dan masih banyak yang lainnya. Itu adalah daftar yang mengenyangkan, belum lagi jenis kuliner yang soft, seperti cendol, es krim, cincau dan lain sebaginya. Jika anda di Haurgeulis, Indramayu dan makanan yang anda cari baso, mungkin anda bisa mencoba yang satu ini, “Baso Wonogiri Mas Nono.”
Baso Wonogiri Mas Nono di bilangan Haurgeulis, Jalan Raya KM 1 Cipancuh, menawarkan kekhasan baso cebagai menu utamanya. Baso Urat, begitu orang menyebutnya. Ketika orang menggigit baso ini, ada sedikit “perlawanan” kekenyalan seolah kita menggigit urat. Namun jangan dibayangkan alot, Baso Wonogiri tetap empuk dan “nyami” ketika kita mengunyahnya.
Selain baso, Baso Wonogiri Mas Nono juga menawarkan minuman sebagai pelengkap kulinernya. Ada berbagai macam minuman yang disediakan. Ada es teh manis, es jeruk maupun berbagai minuman jus. Semuanya bisa menyegarkan kerongkongan bagi yang menikmatinya, apalagi setelah makan baso yang bercitarasa pedas. Hmm, segar sekali.
Baso Wonogiri Mas Nono dikelola pasangan sumi-istri, Mas Yuki dan Mba Feni. Menurut mereka Baso Wonogiri Mas Nono sudah berjalan selama empat tahun di Haurgeulis. Sebelumnya mereka pernah berjualan dibeberapa kota hingga akhirnya memutuskan untuk menetap jualan di Haurgeulis. “Sebelumnya saya penah jualan di Cirebon, Jakarta bahkan sempat kerja di pabrik, Mas,” kata Mas Yuki yang mengaku bahwa yang asli Wonogiri adalah istrinya.
Banyak yang telah merasakan kelezatan baso Wonogiri Mas Nono. Tak ketinggalan mahasiswa KPI IAI Al Zaytun Indonesia ingin juga mencicipi cita-rasa dari baso Wonogiri tersebut. Pada Sabtu, 4 April 2015 asa itu terlaksana. Berkat kedermawanan Mas Bro Jihad, mereka meluncur dengan mobil Avansa menuju TKP untuk dapat menikmati baso “Wonogiri.”
Sesampainya di lokasi, mereka masing-masing memesan satu porsi baso. Tak ketinggalan minuman segar pun turut disandingkan sebagai pelengkapnya. Sambil menikmati semangkok baso lezat khas Wonogiri itu, mereka berdiskusi dan bercengkrama membicara berbagai macam hal, dari mulai perkuliahan sampai kehidupan keseharian. Kebersamaan seakan menyatu dengan kenikmatan baso urat yang lezat sampai hampir lupa masih ada jam perkulihan berikutnya. “Siapa lagi yang akan mentraktir berikutnya ya?” Begitu kira-kira dalam benak diantara mereka.SN-RSN

1 komentar:

  1. Alhamdulillah, terima kasih buat Abdullah Jihad Al Akbar uno yang telah memberikan arti dalam moment yang indah itu. Semoga Allah membalas kebaikanmu dalam dimensi yang sama atau yang berbeda.

    BalasHapus