Karya Jurnalistik

Media Informasi & Edukasi
close
close

Rabu, 01 April 2015

Santri Al-Zaytun Berkreasi dengan Seni Kolase



Santri-santri MTs Al-Zaytun dengan semangat dan ceria membuat Seni Kolase yang merupakan salahsatu ujian praktik kelas sembilan. Selasar Tengah dan halaman Gedung Ali Ibnu Abi Tholib, Al-Zaytun pada Senin 16 April 2015 menjadi tempat kreatifitasnya. Mereka mengerjakan dengan berkelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari lima sampai enam orang. “Ini adalah untuk melatih daya kretifitas dan kerjasama santri,” kata Ustadzah Diah Kristiani yang biasa diapanggil Miss Dike salah satu tim penilai yang juga Wali Kelas Sembilan.
Miss Dike menjelaskan bahwa kerjasama antar santri dalam satu kelompok masuk kedalam salahsatu penilaian selain dari nilai komposisi warna dan seni desainnya. Tim juri menilai dengan mengamati bagaimana mereka dalam mengerjakan tugas kelompoknya untuk membuat sebuah karya seni kolase. Juri kadangkala menegur para santri yang asyik sendiri dan kurang merespon temannya yang sedang mengerjakan tugas.
Seni kolase adalah seni memadukan beberapa media yang ditempelkan pada suatu media lain menjadi sebuah karya desain grafis yang indah. Media yang ditempel tergantung selera dari seniman yang akan membuat karya kolase. Salahsatu contoh yang dikerjakan santri-santri Al-Zaytun kelas-9 yang melaksanakan ujian praktik. Mereka menempelkan biji-bijian pada sebuah media yaitu Cobek atau Tampah. Kacang hijau, jagung, padi/gabah, beras merah, beras putih, dan beras yang telah diwarnai mereka padu-padankan menjadi sebuah lukisan atau kaligrafi.
Menurut para santri membuat seni kolase gampang sekaligus susah. Gampangnya karena siapa saja bisa menempel-nempelkan media. Namun, orang yang menempel belum tentu telaten dan rapih dalam pengerjaannya. “Kalau hanya nempel gampang, yang susah kita harus telaten menempel supaya bagus,” kata salahsatu santri.
Kegiatan praktik kesenian membuat lukisan kolase untuk kelas sembilan adalah yang pertamakalinya. Pada tahun sebelumnya, praktik kesenian desain grafisnya adalah membuat karya lukisan diatas kertas. Tidak ada pelajaran khusus membuat lukisan kolase, tapi bagaimana mereka dapat membuat kretifitas dengan bekerjasama. “Ini untuk menyalurkan bakat kreatifitas santri,” kata Ustadz Imam, penannggug jawab Seni Kolase.
Lebih lanjut Ustadz Imam menambahkan bahwa kegiatan praktik membuat Seni Kolase untuk sementara hanya pengambilan nilai, belum mengarah kepada unsur untuk komersil. Adapun untuk menghargai hasil karya para santri, nantinya hasil karya tersebut akan dipajang disatu ruangan semacam galeri. Ditempat tersebut, santri lainnya dapat melihat karya-karya yang telah dibuat para santri dan kemungkinan akan dipamerkan pada acara-acara tertentu. “Ini supaya menjadi kebanggan para santri yang mebuat karya Seni Kolase,” kata Ustadz Imam menambahkan.SN-RSN

0 komentar:

Posting Komentar