Karya Jurnalistik

Media Informasi & Edukasi
close
close

Minggu, 15 Maret 2015

Pendidikan Adalah Kebutuhan dasar Manusia


Pendidikan adalah kebutuhan dasar manusia. Tatkala kebutuhan ini terpenuhi, maka kemungkinan besar kebutuhan lain yang mengikuti dibelakangnya akan tercukupi dengan baik. Dengan pendidikan yang baik dan tercukupi, manusia bisa merepresentasikan dirinya di masyarakat dengan sangat diterima yang memungkinkan untuk menjadikan dirinya sebagai manusia yang tercukupi segala kebutuhannya. Baik rohani maupun jasmani.
Dalam teori penciptaan manusia, ayat pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW adalah ayat yang memberikan penekanan tentang pentingnya memberikan pendidikan yang baik dan terukur itu. 1. Bacalah dengan Isme Rob-mu yang telah menciptakanmu 2. Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq’ 3. Bacalah, dengan bacaan Rob-mu yang Karim 4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam 5. Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
Betapa indahnya Allah memberikan perintah kepada manusia tentang pentingnya pendidikan, dengan bahasa yang terbalut ke-Ilahi-an yang Maha Besar, Allah memberikan perintah pembacaan seluruh alam dan dirinya yang yang sudah tercipta lewat sebuah ‘alaq (ikatan). Ini adalah juga sinyal yang tak terbatas untuk kita bahwa manusia bisa menjadi manusia apabila ia harus melalui tahapan ikatan pertama kali yang terejawantahkan dalam satu wadah ikatan pernikahan, yang kemudian terjadi interaksi antara ikatan yang sudah terbentuk (dalam hal ini suami dan istri) yang setelah itu bercampurlah zat yang sudah ada diantara keduanya dengan melahirkan makhluk baru yang bernama anak manusia. Inilah dasar pendidikan yang dipaparkan Allah dengan ayatnya yang pertama turun. Dan setelah menjadi manusia, diperintahkan kembali membaca dengan ke-Karim-an yang Allah berikan dan kemudian bahkan Allah berikan sarananya berupa qolam yang dengannya manusia diajarkan pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahuinya. Itulah inti pendidikan dan pengajaran. Pendidikan Satu Pipa (One Pipe Education System)
Menuntut ilmu itu wajib dari buaian sampai ke liang lahat. Ungkapan yang dikemukakan Nabi Muhammad SAW sebagai representasi Surat Al-Alaq ayat 1-5 tadi, karena Nabi sangat meyakini kebenaran sepenuhnya bahwa ilmu adalah alat yang akan membawa manusia kepada kemaslahatan dunia dan akherat. Bahkan dalam hadits lain Nabi mengatakan bahwa jika engkau ingin mendapatkan kebahagiaan dunia maka harus dengan ilmu, dan apabila ingin mendapatkan kebahagiaan akherat harus dengan ilmu, dan jika ingin mendapatkan kebahagiaan keduanya harus dengan ilmu.
Maka sampailah kepada penelitian tentang sebuah sistem pendidikan yang akan menjiwai perintah Allah itu yang kemudian melahirkan sebuah sistem yang di sebut Pendidikan Satu Pipa atau One Pipe Education System.
Mahad Al-Zaytun telah sepenuhnya menerapkan konsep sistem pendidikan satu pipa (one pipe education system) ini. Mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Kampus Peradaban bermotto toleransi dan perdamaian ini adalah pionir pendidikan satu pipa di Indonesia. Kampus Al-Zaytun yang didirikan dan dikelola Yayasan Pesantren Indonesia ini diresmikan Presiden RI BJ Habibie dan pertama-kalinya memulai pembelajaran Kelas 7 tahun 1999. Enam tahun kemudian, tepatnya 1 Juli 2005, dibuka Kelas 1-6 (Sekolah Dasar) dan pada tanggal 12 Desember 2012 dibuka juga Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI ALAZIS). Sejak itu konsep system pendidikan satu pipa secara sepenuhnya mulai dilaksanakan di kampus Mahad Al-Zaytun.
One Pipe Education System atau istilah lainnya "sistem pendidikan satu pipa" yaitu pendidikan yang dilakukan secara terus-menerus mulai dari tingkat sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi disebuah tempat pendidikan yang sama ataupun berbeda.
One pipe Education System memiliki tiga jalur pendidikan yaitu Jalur Akademik, Jalur Vokasional dan Jalur Combine.
 1. Jalur Akademik (jalur kiri)
Jalur Akademik adalah jalur pendidikan yang bisa ditempuh oleh pelajar yang mampu mengikuti pendidikan akademik mulai dari tingkat sekolah dasar sampai dengan tingkat doktor.
2. Jalur Vokasional (jalur kanan)
Jalur Vokasional adalah jalur pendidikan yang bisa ditempuh oleh pelajar yang memiliki keterampilan khusus mulai dari tingkat sekolah dasar sampai dengan tingkat doktor.
3. Jalur Combine (jalur tengah)
Jalur Combine adalah jalur pendidikan yang bisa ditempuh oleh pelajar yang selain pintar dalam pendidikan akademik juga memiliki keterampilan khusus. Misalnya selain belajar di kelas IPA pelajar tersebut juga mengikuti kelas sepak bola (pelajar atlet).
Dengan pendidikan yang terprogram baik maka akan melahirkan manusia-manusia yang mempunyai cara-cara hidup dan cara berfikir yang baik, itu sangat diyakini oleh pimpinan sekaligus pencetus system pendidikan satu pipa yang dilaksakan di Mahad Alzaytun. Bahkan dalam pelaksanaannya diatur sedemikian rupa sehingga anak-anak dari tingkat dasar yang membutuhkan perhatian orang tuanya, diperbolehkan dijaga diasramanya oleh orangtuanya masing-masing atau menitipkannya kepada pengasuh yang memberikan segala kebutuhan yang diperlukan sehari-hari selama berada di asrama. Untuk mereka, proses pembelajaran dicukupkan dari hari Senin sampai dengan hari Jumat, setelah sholat Jumat mereka diperbolehkan libur dirumah atau tinggal diasrama tempat mereka bermukim. Dengan dibebaskan keluar masuk areal kampus, dengan syarat harus membuat perijinan keluar masuk dengan waktu yang telah ditentukan menggunakan Buku Ijin Tinggal (BIT) yang harus dimiliki oleh seluruh civitas kampus termasuk pelajar dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi.
Pendidikan terpadu dalam satu pipa juga dimaksudkan untuk menghasilkan putra-putri bangsa yang sanggup menguasai sains dan tekhnologi dengan segala perkembangannya. Dan yang paling inti, sebagai warga bangsa, putra-putri bangsan Indonesia keluaran Al-Zaytun ini mampu menciptakan kestabilan dan keselamatan negara. Dan terakhir, sangggup hidup dalam tatanan antar bangsa di sebuah tata peradaban yang sempurna. “Nah, itu cita-citanya. Jadi tidak terlalu jauh. Kalau dalam bahasa Al-Qur’an-nya disebut dengan basthotan fil ‘ilmi wal jismi,” jelas Syaykh AS Panji Gumilang.
Dengan system ini Alzaytun diharapkan bisa mempersiapkan manusia yang menjadi dirinya sendiri di masa depan, dengan memiliki sejumlah persiapan yakni cerdas berpikir menyangkut intelektual, emosional dan spiritual, punya bajik dan bijak yaitu bisa memosisikan dirinya pada kondisi apapun, menguasai sains teknologi, cinta negara yang bertanggung jawab dan mampu hidup dengan bangsa-bangsa lain.
Bekal yang diberikan kepada setiap siswa dan mahasiswa Al-Zaytun didesain untuk memampukan mereka berinovasi pada saatnya. Maka mereka akan memiliki self-esteem yang tinggi, sebab hal itu sudah merupakan cita-cita pendidikan internasional seluruh bangsa di dunia. Persamaan ini pulalah yang bisa memberikan sumbangan besar kepada dunia, sehingga semua arus utama dan seluruh warga dunia dapat bertemu pada suatu saat nanti. Al-Zaytun tak sekedar mengubah kesan kumuh lembaga pendidikan pesantren menjadi modern. Akan tetapi Al-Zaytun mengubahkan paradigma dan wawasan lembaga pendidikan baru Indonesia menjadi berskala dunia, dan di-setting dengan berdimensi global.

0 komentar:

Posting Komentar