Karya Jurnalistik

Media Informasi & Edukasi
close
close

Minggu, 22 Maret 2015

Empat Kali Ganti Nama, Sekolah Tetap Dipercaya

SMP Islam Kroya, sudah empat kali ganti nama tetapi sekolah tersebut masih eksis. Hal itu seperti yang diamati di Indramayu, lebih tepatnya desa Tanjungkerta Blok Bangong, Kecamatan Kroya. Sekolah itu pada awalnya bernama MTs As-Salafiyah, kemudian berganti menjadi MTs K.H Ahmad Rifa’i, lalu berubah menjadi MTs Nahdlatul Ulama (NU) Kroya, hingga sekarang bernama SMP Islam Kroya di bawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Pergantian nama ini dipengaruhi berbagai faktor; mulai dari bergantinya pemegang kendali yayasan, perbedaan pendapat pengurus, hingga yang terakhir ini karena sebelumnya kami masih menginduk ke sekolah lain,” kata Supandi (40 thn), Kepala Sekolah SMP Islam Kroya yang ditemui pada hari Kamis 19 Maret 2015.
Lebih jauh, Supandi menyampaikan bahwa wali murid tidak mempermasalahkan pergantian nama ini, mereka lebih fokus kepada proses belajar mengajar yang dilakukan para guru. Selain itu wali murid juga mengharapkan ketegasan dari para pendidik agar anak-anak mereka dapat lebih disiplin lagi, “Memang tidak bisa dipungkiri, tenaga pengajar di sekolah ini masih sangat minim, mereka mendapat pekerjaan lebih berat dua kali lipat dibanding sekolah lainnya” lanjut Supandi.
Carinih (34 thn), salah seorang wali murid mengaku terkesan dengan sikap pantang menyerah para pendidik di SMP Islam, “Anak-anak kalo gak keliatan di kelas, pasti dicari (guru-red). Sering juga denger ada ceramah (bimbingan etika-red) setiap Rabu siang.” katanya. Ia tak perlu berpikir panjang untuk menyekolahkan anaknya di SMP Islam Kroya, selain karena jarak tempuh ke sekolah yang dekat, juga pertanggungjawaban sekolah kepada orang tua yang mempercayakan anaknya disana bisa dilihat.
Untuk menciptakan pendidikan berkualitas, memang dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai, namun yang lebih penting dari itu adalah semangat belajar anak-anak dan juga semangat juga pendidiknya.SN-NAM

5 komentar:

  1. Tulisannya harus ada paragraf.
    Wartawannya masih malu malu....engga berani ke ketua yayasan dan diknas atau depag.

    BalasHapus
  2. ok Pak Wahyu Yth, Terimakasih atas saran dan masukannya, semoga dimasa hadapan akan lebih baik lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Koq masa hadapan sih pak ?
      Kelamaan.....iiiih.

      Hapus
    2. ok pak,, Rapat redaksi dulu lah, semua masukan ditampung dulu sampe hari Sabtu yang akan datang.

      Hapus
  3. ok pak,, Rapat redaksi dulu lah, semua masukan ditampung dulu sampe hari Sabtu yang akan datang.

    BalasHapus