Karya Jurnalistik

Media Informasi & Edukasi
close
close

Minggu, 22 Maret 2015

AL ZAYTUN PIONIR PENDIDIKAN SATU PIPA


Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Zaytun mempunyai sistim pembelajaran yang sedikit berbeda dengan Madrasah Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar (SD) lainnya. Hal ini disampaikan oleh Manager Pendidikan MI Al Zaytun, Drs. Mustakim atau biasa dipanggil dengan Ustad Mustakim, yang penulis wawancarai pada hari Jumat, tanggal 12 Maret 2015 yang lalu. “MI Al Zaytun memilih sistim pembelajaran yang berbeda antar level kelas, yaitu antara kelas 1 sampai dengan kelas 3 memakai sistim pembelajaran tematik, sedangkan untuk level kelas 4 sampai dengan kelas 6 memakai sistim bidang studi, sehingga per guru memegang satu mata pelajaran saja.” Jelas lelaki yang lahir di Rembang, Jawa Tengah itu.
Lebih jauh, Ustad Mustakim menjelaskan bahwa wali kelas yang bertanggung jawab dalam setiap level terdiri dari dua orang guru. Untuk memantau perkembangan anak-anak dari waktu ke waktu, ada dua orang guru yang disebut sebagai Guru Besar yang mendampingi anak dari kelas satu sampai kelas enam. “Sehingga dalam perkembangan secara fisik atau psikisnya, Guru Besar ini mengetahui satu persatu anak didiknya, karena ia mendampingi anak-anak sejak tahun pertama belajar”, lanjut Ustad Mustakim.
Dari data yang didapat di ruang Manager Pendidikan, MI Al Zaytun saat ini memiliki murid sebanyak 934 siswa dengan rincian laki-laki 529 dan perempuan 405. Mereka, menempati 41 lokal kelas dengan sistim paralel. Rinciannya, kelas 1 menempati 5 lokal, kelas 2 menempati 5 lokal, kelas 3 menempati 6 lokal, kelas 4 menempati 7 lokal, kelas 5 menempati 8 lokal, serta kelas 6 menempati 10 lokal. Dengan jumlah guru sebanyak 88 orang. Mereka merupakan lulusan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta.
Al Zaytun yang bertempat di desa Mekarjaya Kecamatan Gantar Kabupaten Daerah Tingkat II Indramayu memiliki sistem pendidikan yang disebut dengan One Pipe Education System (Sistim Pendidikan Satu Pipa). Mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Kampus Peradaban bermotto Pusat Pendidikan Pengembangan Budaya Toleransi Dan Perdamaian. Kampus Al-Zaytun yang didirikan dan dikelola Yayasan Pesantren Indonesia ini diresmikan Presiden RI BJ Habibie dan pertama-kalinya memulai pembelajaran Sekolah Menengah tahun 1999. Enam tahun kemudian, tepatnya 1 Juli 2005, dibuka Kelas Sekolah Dasar dan pada tanggal 12 Desember 2012 dibuka juga Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI ALAZIS). Sejak itu konsep sistem pendidikan satu pipa secara sepenuhnya mulai dilaksanakan di kampus Al-Zaytun.SN-DDG

0 komentar:

Posting Komentar